Desa Tering

Lokasi: Provinsi Kalimantan Timur, Kabupaten Kutai Barat, Kecamatan Long Iram
Kategori: Desa Wisata

Daerah ini dihuni oleh masyarakat Dayak Bahau yang terkenal dengan keramahannya. Budaya yang menjadi andalan di daerah ini adalah kesenian Hudoq. Hudoq merupakan seni pahat topeng dengan beragam bentuk ekspresi wajah. Bentuk kerajinan tangan Hudoq dari desa ini sangat terkenal khususnya bagi wisatawan mancanegara. Bahkan sudah sampai melakukan kegiatan ekspor.

Selain merupakan hasil kerajinan tangan, Hudoq pula diekspresikan dalam bentuk tarian yang mengiringi Upacara Adat Hudoq Apah. Upacara tersebut adalah salah satu ritual untuk mengusir roh-roh jahat yang dilakukan menjelang musim tanam dan menjelang musim panen. Selain itu juga terdapat upacara adat lain seperti Lamelah Tenan dan Laliq Iqbal. Secara keseluruhan upacara-upacara adat tersebut dilakukan tanpa jadwal penanggalan yang jelas. Hal tersebut dikarenakan penyesuaian terhadap kondisi alamnya, mengingat segala bentuk budaya dan kesenian yang berkembangn di daerah pedalaman merupakan wujud penghormatan masyarakat lokal terhadap alam.

Desa_Tering_-_tari.JPGKesenian Tari

Terdapat pula Lamin Adat dan beberapa galeri (artshop) yang menjual kerajinan tangan khas masyarakat Desa Tering. Lamin Adat tersebut difungsikan untuk menyelenggarakan beragam pementasan kesenian dan penyelenggaraan beberapa upacara adat, sedangkan galeri (artshop) digunakan masyarakat sebagai media promosi kerajinan tangan lokal. Tidak banyak wisatawan yang membeli langsung di lokasi, karena aksesibilitas yang kurang mendukung untuk membawa banyak benda. Oleh sebab itu, mayoritas wisatawan lebih memilih untuk memesan barang untuk dikirimkan ke rumahnya.

Desa_Tering_-_sunset.JPG
Keindahan Sunset Desa Tering

Kecamatan Long Iram merupakan salah satu dari sekian daerah di pedalaman Sungai Mahakam yang sulit dijangkau dengan perjalanan darat. Oleh sebab itu, sebagian besar wisatawan lebih memilih menggunakan jalur sungai sebagai media perjalanan. Untuk menuju daerah ini, dapat ditempuh dengan menggunakan kapal motor dari Samarinda menuju Datah Bilang, kemudian dilanjutkan dengan perjalanan darat. Secara umum, waktu perjalanan yang ditempuh berkisar antara 1,5 hingga 2 hari.

Sumber:

  • Belawing, B.B. (2007) Belayan Hadui Adat Dangai Bahau Busang Kayaan Mekaam. Samarinda: Adrianus Liah.
  • Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur. (2012) Indonesia: Kalimantan Timur (Sekilas Kalimantan Timur/Guide Book). Samarinda: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur.
  • Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kutai Barat. Kutai Barat Dalam Pelangi Budaya dan Anugerah Wisata Alam: Tanaa Purai Ngeriman. Barong Tongkok.

Komentar

Leave a Reply



(Your email will not be publicly displayed.)



Posted by:

Share: