Festival Ul Daul

Lokasi : Kabupaten Sampang
Jadwal : Lebaran Ketupat (7 Hari Setelah Hari Raya Idul Fitri)

Bagi masyarakat Madura, momen lebaran yang sesungguhnya adalah lebaran ketupat yang jatuh 7 hari atau seminggu pasca 1 syawal. Momen itulah yang dirayakan secara suka cita oleh hampir semua lapisan masyarakat di Madura. Mulai dari meja makan yang penuh dengan suguhan khas lebaran, liburan keluarga, hingga pesta rakyat seperti konser dangdut. Atraksi yang paling khas dan ditunggu adalah festival musik kontemporer jalanan khas pulau Madura yaitu Ul Daul.

IMG_0339.jpgPenari Pada Festival Ul Daul

Daol Combo atau biasa disebut dengan Ul Daul, adalah musik kontemporer khas Madura yang mulai berkembang dari kota Sampang. Musik ini berawal dari kebiasaan masyarakat Madura yang gemar memanfaatkan barang-barang di sekitar atau barang bekas untuk dijadikan instrumen dalam memainkan sebuah bunyi-bunyian yang membentuk sebuah nada etnik yang khas. Musik ini mulai berkembang di era 90'an dengan memadukan berbagai macam aliran musik mulai dangdut, gambus, kasidah, hingga lagu daerah. Dalam perjalanannya, musik Ul Daul ini dijadikan sarana untuk membangunkan masyarakat untuk makan sahur di bulan ramadhan. Hingga akhirnya Ul Daul telah mendapatkan tempatnya di hati masyarakat Madura. Terbukti dengan membludaknya masyarakat yang turun ke jalan untuk menyaksikan langsung festival tahunan ini.

ol_daol_1.JPGPemain Musik Pada Festival Ul Daul

Ul Daul merupakan pengembangan dari musik tong-tong, yang sejak awal menjadi musik yang berciri khas Madura yang dimainkan dengan pukulan monoton namun melahirkan irama dinamis sebagaimana musik-musik perkusi pada umumnya. Sebagaimana musik Tong-tong, Ul Daul pada awal pengembangannya diperagakan sebagai musik patrol sahur. Namun dalam perkembangannya, Ul Daul tidak lagi digunakan untuk membangunkan orang sahur. Pada festival Ul Daul alat musik yang digunakan cukup beragam. Pembentuk irama menggunakan beberapa alat musik peking, kenong, kendang serta alat wajibnya yaitu tong-tong, dung-dung, dug-dug, bung-bung dan sejenisnya mencipkan suara lebih dinamis dan menggetarkan apabila ditambah sound system. Pada festival Ul Daul tidak hanya menampilkan keahlian masyarakat Madura dalam memainkan alat musik, melainkan juga terdapat tari-tarian untuk memeriahkan festival tersebut.

ol_daol_5.JPGHiasan Kereta yang Digunakan Sebagai Tempat Alat Musik Ul Daul

Kini Festival Ul Daul menjadi sajian rutin saat lebaran ketupat. Berbagai grup musik Ul Daul seantero Madura menunjukkan aksinya di kota Sampang, kota tempat kelahiran musik ini. Berbagai anjungan dengan hiasan etnis khas pulau garam berjalan lirih di pusat keramaian kota Sampang. Diwarnai dengan tetabuhan gamelan, tiupan seronen, pukulan gong dan gendang, yang banyak memanfaatkan drum bekas sesuai dengan sejarah awal musik ini, dan berbagai instrumen musik daerah lain saling bersahutan dan membentuk suatu nada khas yang memikat. Tidak ketinggalan aksi dari para penyanyi dan penarinya yang kian menambah riuh acara tersebut.

Sumber :

  1. Irsan, 2012
  2. Wahyu Alam, 2012

Komentar

Leave a Reply



(Your email will not be publicly displayed.)



Posted by:

Share: