Tari Geleng Ro'om

Kategori : Tradisi, Kesenian

Tari Geleng Ro’om adalah sebuah karya tari yang berlatar belakang budaya Madura yang menceritakan tentang tingkah laku gadis usia belia yang beranjak dewasa, dengan segala kecantikannya, kedinamisannya, unik, molek, modis etnis dengan gelang-gelang, bersolek ala cupang merah dileher dan didahi selalu menghias dirinya sebagai wujud kegairahan hidup dan pekerja keras seorang perempuan Madura. Tari Geleng Ro’om merupakan tarian yang mempesona. Gerakan tariannya yang mempesona diiringi bunyi musik yang menawan dapat membuat penonton berdecak kagum.

7_penari__Geleng_Room._Foto_Irhamna_Ilham.JPGPenari Geleng Ro’om

Bentuk Penyajian

Geleng Ro’om merupakan tari baru yang dalam penyajiannya disajikan secara kelompok (lebih dari dua penari) dengan pendekatan visualisasi gerak tari khas Madura yang bersumber pada kehidupan kesehariannya, kerja keras, dinamis, cantik dan unik. dimana perempuan sebagai penopang kehidupan keluarganya. Sedangkan penyusunan musiknya lebih didekatkan dengan suasana musik khas Budaya Madura yang sangat didominasi perkusi, seperti musik dug-dug, kenong telok yang sering mengiringi acara kerapan sapi dan terlebih lagi telah muncul musik kolaborasi Semut Ireng Pamekasan yang mencoba mendekati banyak unsur perkusi asal Madura, agar keserasian ragam gerak yang dieksplorasi dapat sejalan dengan hadirnya musik khas tersebut.

Busana

Tata busana pada tari Geleng Ro’om lebih didekatkan dengan kebiasaan perempuan Madura yang berdandan cantik ala tradisi. Artinya kebiasaan mereka yang terbuka, dengan rias dengan cubitan atau garis-garis ala cupang merah di dahi dan leher yang khas memberikan pesona tersendiri bagi hadirnya seorang remaja Madura ini berekspresi di atas panggung. Bentuk dan pola riasan seperti itu adalah sebagai wujud kegairahan hidup dan bekerja keras seorang perempuan Madura, dimana perempuan sebagai penopang kehidupan.

Desain dan tata busana tari geleng ro’om terdiri dari:

  1. Kebaya : Terbuat dari bahan kain borklat bunga-bunga merah dengan potongan kebaya ber kutu baru atau potongan kain segi empat bagian dada sebagai penutup antara tepi kebaya bagian kanan dan kiri.
  2. Entrok atau Kutang : Merupakan busana dalam kebaya yang senada dengan warna kebaya. Kalaupun warna entrok dibikin kontras dengan kebaya itupun tidak menjadi masalah karena kebiasaan kesukaan perempuan Madura adalah warna mencolok dan kontras
  3. Kain panjang ( Bawahan) : Berbentuk kain sarung dengan motif kain batik bunga merah dengan potongan/ desain ¾ atau panjang di tengah-tengah betis di bawah lutut dengan wiron bagian tengah, diharapkan agar gerak yang bervolume besar pada bagian kaki terkesan leluasa dan tidak terganggu.
  4. Kain Sarung : Sarung di pakai pada bagian luar kain panjang, berwarna hitam dengan garis pinggir merah pada tepi atas dan bawah.
  5. Celana : Motif garis-garis merah putih. Karena gerak tari Geleng Ro’om yang berpola volume besar pada gerak kaki, dan pada angkatan-angkatan kaki yang berpola menunjukan gelang pada kaki, sengaja memakai/mengenakan celana ¾ lebih panjang 2cm dari kain batik yang dikenakan.
  6. Gelung angka 8 : Merupakan tata rambut yang tidak ada kesan tata rambut ber sasak atau contok. Sisiran plontos menunurut garis kepala dan disisir kebelakang dengan sanggul angka 8 dibelakang dengan hiasan sanggul dililit pita merah.
  7. Rinjing/kranjang : Merupakan asesoris, properties dan busana bagian atas kepala dengan hiasan kain merah dan hitam pada tepi rinjing.
  8. Perhiasan :
  • Giwang
  • Bunga merah dan putih pada sanggul
  • Binggel pada dua kaki
  • Gelang kroncong pada tangan kanan dan kiri

Tata Rias

Rias muka mengunakan rias cantik dan kaki mengenakan garis-garis merah yang biasa disebut pacar dikenakan melingkar pada bagian tumit. Warna riasan pada mata mengunakan eye shadow warna hitam dan merah dengan eye liner sebagai aksen tegas pada garis mata dengan memakai bulu mata palsu sebagai pemanis dan sebagai alat bantu ekspresi mata yang sangat dominan dan mempertegas mimik wajah pada tari Geleng Ro’om ini.

P1000628.JPGTata Rias Pada Penari Geleng Ro’om

Gerak Tari

Geleng Ro’om disusun dengan pendekatan visualisasi gerak tari khas Madura yang bersumber pada kehidupan kesehariannya, seperti giat kerja kerasnya, kedinamisannya bertingkah dalam kehidupan seperti sebagai petani, penjual sayur bahkan nelayan. Terlebih-lebih posisi perempuan dalam upacara-upacara tradisi masyarakat Madura, dimana perempuan sebagai penopang kehidupan keluarganya.

Dengan mencari kemungkinan-kemungkinan pola gerak baru maka dalam proses garap selalu menggunakan metode eksplorasi gerak serta improvisasi dilakukan untuk memperoleh gerak-gerak baru yang segar, spontan dan penataan ini dimulai dari eksplorasi atau penjelajahan gerak, yakni pencarian secara sadar kemungkinan-kemungkinan gerak baru dengan pengembangan dari ragam gerak baku gaya madura serta mengolah elemen dasar gerak, waktu, ruang dan tenaga. Penataan gerak memperhatikan unsur ruang dan waktu, etika dan estetika yang didukung oleh irama.

Musik Tari

Penyusunan musiknya lebih didekatkan dengan suasana musik khas Budaya Madura yang sangat didominasi perkusi, seperti musik dug-dug, kenong telok yang sering mengiringi acara kerapan sapi dan terlebih lagi telah muncul musik kolaborasi Semut Ireng Pamekasan yang mencoba mendekati banyak unsur perkusi asal Madura, agar keserasian ragam gerak yang dieksplorasi dapat sejalan dengan hadirnya musik khas tersebut.

Durasi Tarian

Durasi pada tari Geleng Ro’om ini 5 menit (lima menit) namun tidak menutup kemungkinan untuk bisa lebih atau kurang.

Sumber:

  1. Berita Daerah, 2009.
  2. Maron, 2010.

Komentar

Leave a Reply



(Your email will not be publicly displayed.)



Posted by:

Share: