Seni Ukir

Kategori : Tradisi, Cinderamata

Ukiran Madura cukup terkenal, selain karena mempunyai gaya yang khas, produk kerajinan tangan ini tidak ditemukan di seluruh Pulau Madura. Sentra ukiran Madura terdapat di Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep. Kekhasan ukiran Madura terletak pada motifnya yang dengan sengaja menghindari bentuk hewan atau manusia. Ornamen yang mendominasi ukiran Madura adalah daun, sulur, bunga, dan buah.

index.jpgMotif Ukiran Madura

Bentuk daun ukiran motif Madura ini mempunyai kekhasan tersendiri, terutama pada ukiran daunnya yang seperti gigi gergaji dan ujung daunnya berikal. Memang bentuk ini merupakan satu kekhasan yang ada pada motif Madura. Pada ritme ukiran ini memang masih terlihat kelembutan alur lengkungannya, seperti halnya motif-motif ukiran tradisional Jawa lainnya. Tapi satu hal yang berbeda, dalam alurnya terdapat seperti sobekan-sobekan daun yang bertingkat dari pangkal daun sampai dengan ujung daun yang berbentuk ikal tersebut.

thumb.php.jpgSeni Ukir Pada Mebel Dominasi Warna Cerah

Kekhasan lainnya adalah warna ukiran yang memiliki corak warna-warni, kadang warnanya terlihat norak, seperti kuning, biru, merah dan hijau. Konon, pilihan warna-warni yang berani pada ukiran Madura tak lepas dari watak para pengrajinnya. Mereka umumnya mempunyai watak yang tegas dan berani. Watak yang ada pada diri para pengrajin itu kemudian dimunculkan pula dalam karya ukirnya, lewat warna-warna yang cerah dan menonjol.

Walaupun ukiran Madura berkonotasi mebel, tapi tidak terhindar kemungkinan, seiring perkembangan zaman, ukiran itu diaplikasi pula pada produk-produk non-mebel, dibuktikan oleh pajangan untuk menyimpan keris, motif dua naga yang dipadukan dengan dedaunan dan bunga. Salah satu jenis produk ukiran dari desa ini adalah kurungan ayam bekisar yang banyak dipasarkan ke daerah-daerah lain dan mancanegara.

sangkar_ayam.jpgKurungan Ayam Bekisar, Salah Satu Jenis Produk Ukiran di Pragaan

Bahan ukiran Madura menggunakan kayu jati dari Jawa Timur, yang dianggap terbaik untuk menghasilkan kualitas ukiran yang terbaik pula. Bagaimanapun, pengrajin tidak membatasi pada kayu jati saja, selama kualitasnya baik dan awet, sehingga digunakan pula jenis kayu seperti akasia dan sawo kecik. Sedangkan pada proses penyelesaiannya umumnya para pengrajin menggunakan dua cara, yakni dengan cat melamik atau dengan menggunakan cat warna pada ukiran.

ukiran_madura.jpgUkiran Khas Madura Pada Sandaran Kursi

Kejayaan seni ukir Madura di masa lalu dapat dilihat di Asta Tinggi tempat makam raja-raja Sumenep yang dipenuhi dengan seni ukir dengan tema naga bersayap dan kuda terbang. Karya serupa juga dapat disaksikan di Keraton Sumenep serta bangunan Masjid Agung Sumenep. Mengenai berkembangnya seni ukir di Desa Karduluk, berdasarkan legenda berawal dari kisah tokoh sakti Madura bernama Sungging Mangkoro. Dengan kesaktiannya Sungging Mangkoro memainkan layang-layang yang tanpa terputus benangnya serta mampu terbang melawan angin. Layang-layang Sungging Mangkoro konon sampai ke Bali dan Jepara. Sedangkan benangnya terurai di Desa Karduluk, bahkan terus ke negeri Cina. Dari cerita rakyat ini diyakini bahwa seni ukir Karduluk merupakan hasil kesaktian Sungging Mangkoro.

Sumber :

  • Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sumenep. Sumenep The Heart of Madura: Pesona Wisata Kabupaten Sumenep. Kabupaten Sumenep. Diambil 26 November 2012.
  • Anto Dwiastro, 2012.
  • Radar Madura, 1999.

Posted by:

Share: