Benteng VOC Kalimo'ok

Lokasi : Desa Kalimo'ok, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep
Kategori : Heritage

Benteng VOC Kalimo'ok adalah salah satu bangunan cagar budaya yang dilindungi oleh BP3 Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur. Benteng ini merupakan satu-satunya bangunan benteng yang ada di Pulau Madura. Posisi benteng ini berada jauh dari Pelabuhan Kalianget dan juga pusat kota, kira-kira 4 Km dari pelabuhan Kalianget dan 7 Km dari Keraton Sumenep, Atau 1 Km dari Bandar Udara Trunojoyo.

193_Kalimook_1c.jpgGerbang Pintu Masuk Bennteng Kalimo'ok

Sebagai daerah transit dengan bandar terbesar di Pulau Madura, Perairan Kalianget selalu ramai dilalui kapal-kapal dagang besar yang akan berlabuh ke perairan Indonesia Timur, membuat pihak kongsi dagang untuk Hindia belanda (VOC) kala itu, membangun sistem pengamanan untuk wilayah Sumenep guna menghindari serangan-serangan dari luar.

Tercatat dalam sejarahnya VOC pernah membangun dua buah benteng di Sumenep, benteng yang pertama dibangun di desa Kalianget barat kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep. Namun, pembangunan benteng tersebut kurang sempurna dan lokasinya juga kurang strategis, sehingga dalam kenyataannya benteng ini hanya digunakan sebagai gudang perdagangan. Oleh karena itu bekas benteng tersebut oleh masyarakat sekitar dikenal dengan sebutan "Loji Kanthang" atau "Jikanthang".

Pada tahun 1785, VOC membangun lagi sebuah benteng di Dusun Bara' Lorong Desa Kalimo'ok Kecamatan Kalianget, kira-kira 500 m sebelah utara Kali Marengan. Ketika tahun 1811, Inggris datang ke Indonesia untuk merebutnya dari tangan Belanda, sehingga Gouverneur Generaal J. W. Jansen kalah perang lalu mundur ke Semarang untuk melawan Inggris disana. Pangeran Notonegoro cepat membantu dengan membawa 1000 orang prajurit barisan keraton. Sesampainya di Semarang perang tersebut batal karena Belanda menyatakan takluk pada Inggris dibawah pimpinan Thomas Stamford Bingley Raffles. Kemudian Thomas menyuruh Pangeran Notonegoro kembali ke Sumenep dengan dikawal oleh seorang Kapiten dan 100 orang serdadi Inggris.

Ketika Pangeran Notonegoro berada di Semarang, tentara Inggris masuk ke Sumenep melalui perairan Kalianget, dan disambut perang oleh Patih Kerajaan yang bernama Ki Mangundireja. Kemudian patih tersebut tewas ditembak oleh tentara Inggris di Loji/benteng tersebut bersama tiga orang menteri kerajaan beserta 70 orang prajurit.

Kemudian oleh orang Sumenep dibuat saloka yang berbunyi "Jimbrit Baceng Kamarong Kellana Marongghi - Inggris Dhateng Ke Mangon Mate e Lojhi" Artinya yaitu Inggris datang, Ki Mangun Mati di Loji.

Benteng Kalimo’ok berdiri di atas tanah seluas 15.000 m2, panjang 150 m, lebar 100 m dengan tinggi tembok kurang lebih 3 m dalam kondisi saat ini rusak dan tidak terawat. Benteng Sumenep mempunyai area persegi dengan empat bastion dengan lebar 5 meter. Pada setiap sudutnya selain itu di benteng ini juga diasramakan sekitar 25 – 30 tentara di bawah pimpinan seorang Letnan. Benteng Kalimo’ok Sumenep dibangun dari bata dengan dua pintu masuk, masing-masing ada di sisi utara dan sisi selatan.

banker6.jpgPrasasti Sebagai Peninggalan Sejarah yang Dilindungi Negara

Segmen benteng tersebut yang masih ada sampai sekarang termasuk dinding sekelilingnya adalah dua pintu gerbang, sebuah penjara dan papan pengumuman (majalah dinding). Fungsi benteng sekarang telah berubah menjadi tanah pemeliharaan proyek pengembangan petani ternak kecil. Dengan fungsinya yag baru sejumlah bangunan kandang ternak dan rumah penjaga telah dibangun baik pada bagian luar maupun dalam benteng. Di luar benteng sebelah barat terdapat sebuah tanah pekuburan Belanda yang ada sejak tahun 1933.

Saat ini, di dalam benteng tersebut terdapat bangunan yang digunakan untuk karantina hewan dan sapi perah. Walaupun demikian, keeksotisan benteng tersebut masih terlihat kokoh dan berwibawa dan layak menjadi obyek wisata sejarah yang patut dikunjungi.

Sumber :



Tulisan diatas menyalin dari : Benteng VOC Kalianget » Lontar Madura http://lontarmadura.com/benteng-voc-kalianget/#ixzz2CXvkiWJj
Harap mencatumkan link sumber aktif
Sebagai daerah transit dengan bandar terbesar di Pulau Madura, Perairan Kalianget selalu ramai dilalui kapal-kapal dagang besar yang akan berlabuh ke perairan Indonesia Timur, membuat pihak kongsi dagang untuk Hindia Belanda “VOC” kala itu, membangun sistem pengamanan untuk wilayah Sumenep guna menghindari serangan-serangan dari luar.

Tulisan diatas menyalin dari : Benteng VOC Kalianget » Lontar Madura http://lontarmadura.com/benteng-voc-kalianget/#ixzz2CXvkiWJj
Harap mencatumkan link sumber aktif

Komentar

Leave a Reply



(Your email will not be publicly displayed.)



Posted by:

Share: